IN MEMORIAM BUNG SO*
(S. Soerjo Soebroto)

Di Vietnam kau telah pimpin bermacam grup juang
Menurut istilah kita yang garang
Pontang- panting antara patriot dan patrian
Betapa pandai itu tukang solder
Kebocoran politik tambalan ideologi yang minta dihormati
Ahirnya kau diusir diganti orang dari satu pesisir
Lalu juga diusir sesudah dihormati kemudian dibenci
Karna kita tak punya identitas
Dan hanya punya pinjaman
Dari peminjam yang juga terhunjam
Dan begitulah
Kau yang dulu klas kader
Dan kami yang dulu klas kambing
Di tanah pinjaman selanjutnya
Semua kita cuma dapat satu klas
Klas orang buangan
Setingkat lebih rendah
Dari klas kambing
Yang pernah kami raih
Tapi kita lebih bisa
Saling menghargai
Karna telah dilucuti
Dari klas proforma
Karna kekalahan
Milik kita semua
Bukan cuma milik
Orang-orang klas kambing
Tak ada lagi yang bisa dijual
Ex-anggota Kostituante
Atau kader CC atau politbiro
Riwayat hidup kita tidak ada yang bersinar
Orang kalah tak akan bisa bangun
Dengan menghidupkan mayat pangkat masa lalu
Atau menjejerkan jasa di depan musuh
Atau bikin organisasi minta diangkat jadi kader revolusi

Sekarang kau pergi sebagai orang biasa
Itu lebih baik bagimu
Daripada sebagai kader multigagal
Cerita tentangmu akan aku pisahkan
Antara riwayat politikmu
Yang akan diharumi dupa tradisionil
Dalam setiap upacara seperti ini
Bagi orang orang yang tak mengenalmu
Demi hormatnya upacara
Kemasnya tata tertib
Dan abadinya adat disaat perpisahan terahir

Tapi antara aku dan kau
Di luar rapat bukankah ada juga kemesraan
Ketika berjalan jalan sore sore habis makan
Menyusuri pematang sawah Vietnaam yang indah
Kita cerita segala macam
Jauh dari politik apalagi organisasi
Ideologi kita masukkan ke saku belakang
Apa yang tidak kita percakapkan
Dari skandal sex hingga pinjam uang
Ketika itu kau lupa kau kader
Aku lupa aku kambing
Dua- dua kita menjelma jadi manusia
Bukankah itu indah terkenang hingga sekarang
Dari cerita cerita jorok yang kita tertawakan
Dan juga yang kita bikin
Dan orang lain bikin
Dan kader kader bikin
Sejenak kita lepaskan
Gunung kemunafikan
Yang setiap hari
Ditumpuk oleh politik
Oleh kepalsuan
Dan penipuan diri sendiri
Semua telah kita tertawakan
Dan kita akui
Sebagai keloyangan kita
Sebagai kehinaan kita bersama
Tapi dalam setiap rapat
Kita kembali menjadi lain
Dan hingga sekarang masih kita ulangi
Hingga kepergianmu hari ini
Aku sedih bukan semata kehilanganmu
Tapi oleh kehinaan kita semua
Yang hingga kini masih melekat
Seperti daki yang tak mempan karbol
Munafik dan takabur
Tapi selalu ingin dihormati
Bahkan di negeri buangan
Yang pernah kau tinggali sekarang

*Bung So atau Dong Chi So adalah nama Vietnam atau nama
panggilan untuk bung S. Soerjo Soebroto selama beliau tinggal
di Vietnam.

Bisai (Asahan Aidit)

Sun Dec 3, 2006 9:32 pm
http://groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/message/41621

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.