IN MEMORIAM BUNG SUGENG SLAMETO*

Setiap kematian adalah drama bagi yang hidup
Setiap yang hidup menabung tragedi bagi kematiannya sendiri
Dan masih juga kita cintai hadiah yang tak pernah kita mintai
Kami masih tetap berdiri dalam antrian
Sabar atau mungkin tak sabar
Satu persatu
Dalam penungguan
Yang tak enak dibicarkan
Dan sebaiknya tak dibicarkan
Dalam pertemuan yang semakin sering terjadi
Usia cuma perbedaan angka dan tahun produksi
Selebihnya cuma bicara soal prestasi yang sudah tanpa arti
Bunga-bunga akan segra dilemparkan
Selesai upacara pembakaran dan penguburan
Sama tak abadinya dikala harum dan menguntum
Hidup dan mati cuma begini saja
Tanpa atau dengan piramid atau Taj Mahal
Debu atau tengkorak kering sudah bukan milik siapa-siapa

Namun budaya manusia adalah budaya memoar
Yang tak ada pada burung onta atau gorila sekalipun
Aku teringat padamu ketika rapat-rapat sulit
Ketika perbedaan pendapat seperti minyak dan bensin
Kau pilih kebenaran lalu berpihak
Membuatku tidak merasa sendiri
Dan juga membuat yang lain
Tidak terjungkal dari kursinya
Membuat persahabatan tidak menjadi seusia bunga
Dan di sinilah hidup dan matiĀ  jadi punya arti.

* Nama penyair bung Sugeng adalah: Kembara

Bisai (Asahan Aidit)
Hoofddorp, 10122006

Sun Dec 10, 2006 1:09 pm
http://groups.yahoo.com/group/sastra-pembebasan/message/42106

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.